Sulphurising PLC – DI Object

Contoh salah satu objek dari aplikasi Sulphurising PLC, yaitu Digital Input. Mengapa Digital Input harus dibuat objek segala, padahal khan sederhana? Yup, karna dalam hal ini banyak fungsi – fungsi tambahan pada digital input tersebut, misalnya bisa di force manual, kemudian untuk memudahkan apabila ada perubahan di wiring.
Data Type Digital Input :


Data Block Digital Input :

Function Digital Input :


Nah jadi dech objek digital input, tinggal di hubungkan dengan input fisik atau alamat PLC, kemudian deklarasi function yang bersangkutan, serta penggunaan properties digital input tersebut di sequence lain.

Input Map :


Call Function Digital Input :

Used Sequence :


Yup, sama prinsipnya dengan objek-objek yang lain, seperti yang dulu saya jelaskan, pada project ini murni semuanya menggunakan direct programming yang tentunya sangat membuat capek bagi para programmer, tapi justru memudahkan bagi orang lain yang ingin menelusuri program kita. Sulitnya apa? Bayangkan apabila ada 100 objek digital input maka kita harus mendeklarasikan objek itu satu demi satu, jika menggunakan indirect programming (teknik routing) tentunya cuma satu dummy atau general objek yang dideklarasikan sedangkan objek yang lain mengikuti. Yah namanya juga kerja ama orang laen, nurut nurut ajalah, hehehehe.

nb : untuk lebih jelas melihat gambar/print screen-nya, di klik aja di gambar/print screen yang pengen diliat, maka akan ditampilkan file aslinya ๐Ÿ™‚

7 thoughts on “Sulphurising PLC – DI Object”

  1. Mas, saya mo nanya tentang control burner Weishaupt RGL7/1-D. Kalau mau dikontrol dengan Melsec FX2n(PID kontroller) itu gimana ngontrolnya? bisakah digunakan dengan menggunakan Analoq IO?Kalo bisa Apanya yach mas?Mohon bantuannya yach mas n mohon source codenya juga yach.
    Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.

    salam.

    Ucup

  2. Salam,mas saya ingin minta tolong.. Ditempat kerja saya yang baru ini saya dapat amanah membetulkan SCADA Utility. PLC yang dipakai s7-400, saya belum menguasai step7 dan wonderware. oleh atasan saya diperi pegangan berupa SDS, P&ID, dan wonderware sistem tersebut. sebaiknya step-step apa yang harus lakukan terlebih dahulu untuk membaca problem tersebut, bagaimana keterkaitan antara PLC dan Wonderware tersebut. Program pada step-7 tidak memakai lader diagram. mohon bantuannya.

  3. hmmm cukup panjang sebenarnya yang mas harus lakukan, intinya belajar PLC S7 dulu beserta programmingnya kemudian baru Wonderware sebagai SCADA. Wonderware memiliki keterkaitan berupa tag dengan PLC, baik itu tag hanya sebagai monitor (read) maupun juga untuk control (write)

  4. Selamat Siang Mas Fathoni

    Saya mau bertanya, saya punya satu alat buatan Xycom (XVME 401) yang ingin dihubungkan ke controllogix (AB) melalui Modbus. Namun dari spesifikasi XVME 401 tidak menyebutkan protokol apa yg dipakai dan saya menyimpulkan protokol yg dipakai adalah VMEbus krn ada kata “bus” nya. Apakah dugaan saya benar?Apakah mas Fathoni pernah mengerjakan proyek yg berhubungan interfacing VMEbus to Modbus?

    Terima Kasih

  5. belum pernah menggunakan XVME mas, denger pun baru kali ini, cuma kalo protokolnya saya rasa bener dugaan mas menggunakan VMEbus, tinggal cari info aja khan mengenai protokol ini ๐Ÿ™‚

  6. Mas saya mau tanya , maaf keluar dari jalur sedikit , saya menggunakan plc OMRON CPM2A , saya menggunakan fungsi PWM didalamnya , tetapi kenapa saat di triger agar PWM nya mati , PWM nya tidak mau mati ya mas. Mungkin mas atau teman-teman di Forum ini bisa membantu kesulitan saya .

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *