Kasus sederhana dan diselesaikan dengan cara yang tidak lazim
Suatu saat saya bertemu dengan kasus sederhana seperti ini :
- Satu inputan (befungsi seperti push button) digunakan untuk mengaktifkan satu output
- Saat input di-on kan untuk yang pertama kali, maka output akan on
- Saat input di-on kan untuk yang kedua kali, maka output akan off
- Saat input di-on kan untuk yang ketiga kali, maka output akan on lagi
- Begitu seterusnya gantian ……
Untuk menyelesaikannya, saya membuat logika seperti ini :

Input melakukan pengecekan pada status output, apakah status outputnya on atau off, jika statusnya on maka output akan di reset, tentunya dengan bantuan fungsi positif edge untuk mengambil status input sekali scan time. Di suatu kesempatan lain, saya melihat program dari SI laen dengan studi kasus yang sama, dan menurut saya logika yang dia ambil bener-bener bagus dan sama sekali diluar pemikiran saya.
Si programmer membuat satu function “Toggle” dan didalam function tersebut hanya berisi satu rung invert dengan satu In/Out variabel.
Kemudian function tersebut dipanggil dengan cara seperti ini
Saat input tersebut on 1 scan time, maka FC Toggle tersebut akan dieksekusi (enable), sehingga variabel bit akan “on” dan dihubungkan ke output. Nah di scan time yang kedua input ke posisi “off” sehingga FC Toggle tidak akan dieksekusi, sehingga nilai output tetap disimpan ke nilai akhir (yaitu on). Kemudian saat input on yang kedua kali, FC Toggle tersebut akan dieksekusi (enable), dan bit nilai terakhir (yaitu on) akan di invert menjadi nilai “off” dan begitu seterusnya
huff….. suatu pemikiran yang sederhana tapi keren karena memanfaatkan scan time (enable eksekusi dari function), yah memang di atas langit masi ada langit lain, ilmu otomasi begitu luas dan membuat kita gak akan pernah puas ![]()



August 21st, 2008 at 1:39 am
Yap betul …
Waktu aku join di pete sebelum yg sekarang
rata-rata program PLC-nya di buat di Eropa (Daneili - Italia)
Mreka sering membuat fungsi2 keren2 … (mungkin krn di bayar sangat mahal ya ..:)
Rata2 clock fungsi dibuat pake cara ini …
Hanya membalik keadaan sebelumnya ..dan diletakkan di OB Interupt sesui kebutuhan …
August 21st, 2008 at 11:51 pm
saya juga pernah menghadapi kasus yang sama ketika di Lab PLC. Saat itu dibuat soal UAS Praktek (aku sendiri yang buat soalnya, tapi kebingungan juga jawabannya). Tapi memang seperti nya memanfaatkan konsep scantime dan ada juga yang pake instruksi CounterReversible (Omron CPM1A).
Sederhana tapi bikin rieut.
Mas, request dong tentang bahasan subrutin & interrupt.
August 24th, 2008 at 9:59 am
wah keren mas..
Saya pakai fungsi counter dan set reset di S7300 untuk kasus yang sama.
Thank’s mas.
September 23rd, 2008 at 6:59 am
Bukan untuk ngomentari fs sederhana, but help me. Gimana ya cara buat program sederhana menggunakan iFix.
September 29th, 2008 at 5:17 am
hmm..klo ifix saya belum pernah pegang pak, saya hanya biasa pake SCADA intouch & WinCC
October 12th, 2008 at 11:09 pm
banyak jalan menuju roma ton..
jadi banyak cara bikin program ….
yang paling keren itu adalah bikin program yang efektif dan pake memory paling dikit…
October 21st, 2008 at 12:20 am
Pakai positive edge detection pastinya lebih stabil yach Ton?
Nah kalo hardwiring circuit, gmn Ton? X)
October 21st, 2008 at 12:32 am
yup…tergantung gimana penempatannya mas, klo kita trouble shooting dari program yang udah kompleks harus hati hati hehehehe karna khan cuma satu kali scan time, takutnya dieksekusi ama yg laen lagi
wah kalo hardwiring circuit gak tau, tanya aja ama mawan or pak sadin hahahahaha
November 13th, 2008 at 1:43 pm
mas,,mau tanya nih..cara buat interupsi program di PLC schneider gimana yah?? bisa minta tolong dibahas..
thnx sebelumnya
November 13th, 2008 at 1:53 pm
wah..saya gak experience pake schneider mas
schneider yang mana dulu nie mas : quantum, premium, twido, or dsb ??
trus interupsi program yang seperti apa? cyclic interupt? error/fault interupt? hardware interupt?
dulu aja pas kuliah pake twido tapi itu juga belum nyampe interupsi program, klo di Siemens and AB saya tau hehehe
November 14th, 2008 at 7:09 am
Wah memang betul-betul jenius…..
Saya pun sebelumnya membuat fungsi tersebut dengan logika yang sama seperti mas Fathoni buat, hanya saja saya memakai fungsi set reset yang tidak dipisah, jadi hanya satu rung.
Tapi ladder dengan fungsi yang kedua, betul - betul jeniuzzzzzz
November 29th, 2008 at 7:36 am
Ass. Mas tolong ajarin buat subroutine karena kt orang sub ini bisa menggantikan fungsi fb
November 29th, 2008 at 12:59 pm
SubRoutine di PLC apa dulu mas?
di S7 ??
klo di S7 subroutine jarang saya pake, soalnya udah ada fasilitas function (FC), yah mirip mirip ama function block, cuma lebih simple
cuma ntar saya cobalah postingin bikin subroutine dan function di S7
December 31st, 2008 at 12:38 pm
mas..! program aplikasikomputer apa saja kah yg bisa digunakan untuk pemograman plc. terus onderdil/komponen apa saja yg digunakan,satu lagi apa bisa plc di atur scr manual tidak menggunakanprogram komputer.
balas ya…!thanks
January 1st, 2009 at 1:35 pm
Selamat tahun baru Ton…
Semaoga semakin sukses ditahun 2009.
Btw, indirect addressingnya sangat bermanfaat lho…sy sdh bs buat program dengan fungsi looping utk pemanggilan satu fungsi, sehingga utk aplikasi kalkulasi yg membutuhkan pemanggilan berkali2 semakin singkat saja. anyway thanks atas ide2nya…
January 13th, 2009 at 7:17 am
gmn sih pak dptkan software
siemens s7,saya jd sulit utk ol dgn mrk tsb
saya sering pake Mitsubhisi dan Glofa
thank’sblmnya
January 13th, 2009 at 7:28 am
beli ke siemens automation
atau disini plc.net.ru
February 14th, 2009 at 2:07 am
mas2 sekalian itu fungsi toggle kan? ada logika yang jauh lebih singkat ( mungkin
). Cuma pake 2 rung dan tanpa set reset + fungsi edge trigger.
February 14th, 2009 at 5:40 am
kalo cara ke2 yg ditulis itu mirip toggle di bahasa tingkat tinggi ato stl-nya festo
October 13th, 2009 at 4:07 am
mengomentari artikel diatas,,
kalau sy lihat koq ribet ya penyelesaiannya?kalau sy pikir, bisa menggunakan rangkaian XOR mas dengan masukan input itu sendiri dengan output, dan keluaran output itu sendiri. sudah sy coba dan berhasil!
October 13th, 2009 at 6:24 am
jangan lupa lho jenis inputnya push button yang difungsikan sebagai toggle, cara kedua itu hanya berbasis FC aja, sehingga bisa di panggil dimana aja