Profibus PA

S7-300, S7-400, Simatic Step7 Add comments

Artikel tentang field devices protocol Profibus PA dan aplikasinya

Menurut defenisinya Profibus PA ( Process Automation ) merupakan pengontrolan dari pengukuran device process automation, seperti sensor dan actuator dalam industrial automation. Untuk implementasinya Profibus PA terhubung dengan DP ( Distributed Peripheral I/O ) Communication Protocol.

Ada beberapa cara untuk mengkoneksikan antara DP – PA, diantaranya menggunakan :

– DP/PA Coupler

untuk menggunakan DP/PA Coupler secara direct, koneksi ini bekerja pada transmission rate 45.4 Kbit/s. Bisa di setting pada hardware configuration di STEP 7 pada sisi Network Profibus DP nya. DP/PA Coupler sendiri tidak perlu memerlukan configurasi khusus pada hardware configurasi STEP 7 ( Software ) atau transparent, jadi untuk konfigurasi bisa dilakukan secara hardware. Metode ini di rekomendasikan untuk equipment field scala kecil dan low timing.

– DP/PA Link

Pada koneksi menggunakan link, settingan transmission rate nya adalah 12 Mbit/S pada Network Profibus DP nya. Sebagai linknya dapat menggunakan interface module seperti M153-2. Sepengetahuan saya dapat di install maksimal 5 DP/PA Coupler sebagai converternya. Perlu diketahui bahwa konfigurasi untuk profibus PA, IM153-2 (link) berperan sebagai slave pada network Profibus DP, akan tetapi berperan sebagai master pada network Profibus PA. metode ini digunakan untuk equipment scala besar yang membutuhkan high timing.

Cukup sekian intermezonya tentang profibus PA, untuk lebih afdol selanjutnya akan dibahas dari sisi programming. Dalam kasus ini sensor tipe PA yang digunakan adalah temperature sensor merk Endress+hauser tipe TMT 184. Untuk jenis koneksinya saya menggunakan DP/PA Coupler secara direct.
Berikut adalah contoh program sederhananya, dimulai dengan Hardware Configuration :

Setelah melakukan konfigurasi network DP master, transmission rate dan insert GSD file dari PA instrumented yang di inginkan, yang perlu diperhatikan lagi adalah input address dari sensor temperature yang telah di konfigurasi. Dalam kasus ini Input address nya adalah 512-516, perlu diketahui juga untuk nilai analog yang terdapat pada PA instrumented menempati sepanjang 4 Byte dimulai dari start address nya dan untuk byte ke 5 merupakan informasi status dari PA tersebut. Sama dengan cara menggunakan Module analog input, Kita bisa langsung memanggil input address tersebut. Contohnya :

L ID 512
T MD 5

Dengan script di atas kita telah menempatkan nilai dari field ke memori.
Namun untuk lebih afdol lagi kita bisa menggunakan SFC14 ( Read consistent data DP slave ) yang merupakan system function bawaan dari library yang ada di step 7. Untuk S7-400 sfc ini bisa digunakan, tetapi untuk S7-300 tidak semuanya support sfc ini.

Untuk yang lebih kompleks nya berikut adalah list programnya :

Keterangan dari script diatas :
Network 1 : tujuan dari pemograman ini supaya dapat digunakan secara praktis dan fleksibel, kita dapat merubah nilai address dari PV, karna disni kita menggunakan FB (Function block ) dan memudahkan bila kita memanggilnya ke FB yang lain melalui parameter STAT. nilai 12 murupakan address dari DB yang memuat variable untuk nilai PA dimulai dari start address DB untuk satu instrumentasi. Addess ini akan di load ke address register. ( menggunakan perintah SLW 3 bertujuan untuk menggeser hasil nilai ke bit ke 3 yang merupakan Byte Address. Karena format address register adalah

Tujuannya untuk menyamakan Byte address Address register yang akan ditambahkan dengan byte address pointer format, ex (P#1.0, P#2.0 ) 1 dan 2 adalah byte address tapi 0 adalah bit. Tanpa menggunakan SLW 3 jika ditransfer langsung ke AR1 maka nilai akan menempati bit address.

Network 2 : merupakan reset value ketika scan PLC berada pada awal scanning dalam 1 siklus.

Network 3 : kita menggunakan SFC 14 dimana Laddr dapat diisi dengan start address dari PA instrumented, yang bisa di lihat dari hardware configurasi di atas. RET_Val merupakan status dari profibus PA system. Dan record merupakan hasil dari pembacaan dan di simpan pada Local variable yang dimulai dari byte 2 dengan panjang 5 byte. Jika kita perhatikan parameter function, address ini ditempati oleh parameter Temp_data.

Network 4 : script ini menjelaskan dimana tiap-tiap byte yang terdapat pada temp data akan di transfer ke tiap-tiap byte tujuan dari address yang memuat nilai PA. hasil dari address terdapat pada Address register 1 ditambah dengan pointer. Contoh : pada network 1 kita telah menetapkan untuk start address FB adalah 0, maka nilai address register adalah 0 ditambah 12 yaitu 12, setelah itu 12 akan ditambahkan dengan pointer ( P#0.0, P#1.0, dst ).

Network 5 : mentransfer nilai yang memuat status PA pada byte ke 4 ke variable PA status.

Network 6 : merupakan program scaling pada umumnya untuk mendapatkan nilai yang terukur pada PA instrumented.

Setelah Function di create maka kita akan dengan mudah menggunakannya pada Function block seperti di bawah ini :

*ditulis oleh Ravindra – lihat profil di sini

Copyright © 2008 toekangscada.com, Powered by Wordpress, WP Theme redesign from Glossyblue
Entries RSS Comments RSS Log in