High Speed Counter

Artikel tentang high speed counter

Berawal dari pertanyaan mengapa perlu adanya high speed counter ? Bukankah bisa dicover dengan menggunakan normal digital input.
Jawabannya yaitu : untuk mengcover devices yang mengeluarkan pulse dengan rate frekuensi yang tidak bisa dicover oleh scan normal PLC. Sebagai contoh misalnya flow meter mengeluarkan pulse dengan rate 100 pulse setiap 1 detik. Ini berarti setiap pulse berjarak sekitar 0.01 s atau 10 ms. Scan time PLC normal sekitar 50-150 ms, dengan update suatu input yang sangat cepat sekitar 10 ms, dikhawatirkan akan ada pulsa yang miss/hilang jika diikutkan dengan scan PLC total dimana didalamnya termasuk scan digital input.

Dengan high speed counter bisa mengcover sampai satuan us, berikut contoh spesifikasi high speed counter pada S7-1214C :

Dari table diatas bisa dilihat bahwa digital input di S71214C bisa diubah sebagai DI High Speed Counter dengan rate paling cepat yaitu 100 KHz atau dengan kata lain bisa “menangkap” pulsa dengan sampling rate paling cepat 10 us … wow ๐Ÿ™‚

Contoh aplikasi High Speed Counter untuk Totalizer dengan menggunakan S7-1214C :

a. Setting hardware DI menjadi High Speed Counter

Contoh diatas menggunakan HSC2 (channel ke dua), tipe single phase dan counter up.

Address untuk Totalizer menggunakan ID1004 (double integer).

b. Program block untuk High Speed Counter

diatas adalah program untuk High Speed Counter, keterangannya :
– CTRL_HSC adalah bawaan dari software TIA Portal kita tinggal drag and drop dari Block Technology
– Menggunakan Function Block
– Untuk HSC tinggal diketik aja “HSC_2” (sesuai dengan settingan di hardware)
– CV diisi oleh bit atau trigger untuk memulai perhitungan counter

Lanjut ke rung yang kedua :
– semua perhitungan nilai counter otomatis di move ke ID1004 , kita tinggal ambil aja
– untuk aplikasi di program ini yaitu untuk flow totalizer kita tinggal kaliin dengan faktor pengali, untuk kasus yang saya buat setiap pulse mencerminkan 1 Liter, jadi saya kali dengan 1, hasilnya ada di MD1000 (Double Integer)

c. Pengalamatan DI High Speed Counter

Untuk pengalamatan High Speed Counter bisa dilihat dari tabel diatas.
Untuk contoh yang saya buat menggunakan HSC_2 sehingga wiring pulse dari flow meter konek ke I 0.2

Demikian contoh simple untuk penggunaan High Speed Counter yang bisa dicover oleh small PLC seperti S7-1200. Aplikasi High Speed Counter biasanya sering digunakan untuk Flow Totalizer, Encoder, Speed Sensor dan Positioning Sensor.

30 thoughts on “High Speed Counter”

  1. Siang mas…, maua tanya sedikit mas. saya ingin membuat PWM dgn S7 300 (untuk mengontrol Valve), tapi saya masih blm pnah buat, bisa ngasi artikel untuk itu gk mas?? dan apakah bisa dijalankan di semua jenis CPU? sekedar info, CPU yg saya pkai di lapangan adalah CPU 315 2DP.

  2. @nur : high speed counter untuk s7300 bisa menggunakan FM 350 atau high speed DI

    @john manik : mengontrol valve pake PWM ? baru denger saya mas hehe biasanya PWM untuk motor stepper, yang pernah saya lakukan dengan tipe CPU S7300 yang compact ; CPU312C, CPU313C / CPU313C-2PtP /CPU313C-2DP, CPU314C-2PtP /CPU314C-2DP dengan SFB49 (PULSE)

    untuk 315-2DP atau cpu lain yang modular setau saya menggunakan DO Module yang high speed (1BH10) ?

  3. Ya mas, untk digunakan mengatur bukaan kontrol valve, sehingga bukaan nya bsa kta atur secr variable, dri 0-100%.
    Oh jdi DO nya hrus pke DO khusus y mas?? brarti it artinya dgn CPU315 2DP, msh tetap bs ya mas.
    Kapan2 buat artikel dgan topik itu donk mas, biar kita kita bs mempelajarinya ๐Ÿ™‚

  4. Bukan mas, dia mengatur bkaan dengan mengatur jumlah pulsanya, dan jarak pulsanya mas., jd tegangannya tetap 24 volt. Merknya DENISON mas, dilapangan kta pakai untk hydraulic. sbelumnya dia punya alat sndiri untk mengatur bukaannya, ad rangkaian elektronika tersendiri.
    nah berhubung alat itu udah rusak, sementara kita mengatur bukaannya dgan memakai PSupplay 0-24 V. tetapi tdak maksimal. Stelah saya konsultasi dgn senior2 dsini, jd yg d atur it katanya adalah pulsanya., dgn PWM, jd saya brpkir knp tdak kt pkai PLC aja, gt loh mas.

  5. Punya tutorial atau manual untk buat itu gak mas?
    atau kalo smpat , buatin topik yg membhas PWM donk mas. . .:-D

  6. kalo udah ngerti konsepnya PWM bikin function sendiri aja mas
    hanya saja jika pake S7315 dan high speed DO cycle timenya terbatas oleh scan cycle timenya PLC, jika dibandingkan dengan S731xC yang outputnya khusus untuk PWM

  7. Konsepnya seh mengerti sedikit sedikit mas.., tapi kalo mas buat contoh programnya dengan artikel baru bisa lebih mudah kita pahami mas, kawan2 yg lain juga mungkin mempelajarinya juga ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€
    Oh ya , satu lagi mas, kalo kita paksakan pakai CPU 315 2DP, kira2 cyccle time nya yg terbatas itu kira2 seperti apa mksdnya mas??, apakah mksdnya jumlah pulsanya yg terbatas?? Thanks mas….

  8. Mas, saya sudah coba buat program PWM nya, tpi blom berhasil, bisa minta tolong buatkan contoh programnya gk mas?? satu program saja mas, dengan input analog (Tahanan R) dan Outputnya PWM.
    Trimakasih sebelumnya mas…

  9. o gt ya mas?? gpp mas, saya ingin mempelajari aja dulu mas, cranya gmana. ntar kalo dah ngerti, mgkin bsa saya cri cpu yg support untk secepat itu.

  10. program nya pke cpu 31xC juga gpp mas. saya mau pelajari program nya mas.,
    oh, trmaksh bnyak sblum nya mas.
    ๐Ÿ™‚

  11. siang mas s7 1200 yang digunakan cpu 1214 ac/dc/rly
    analog untuk flow meternya current mas heehehe saya masih aga bingung dengan penggunaan analognya mohon bantuanya

    makasih mas fahtoni ๐Ÿ™‚

    best regards
    Yanti

  12. mbak yanti,

    untuk s71214 ac/dc/rly defaultnya tidak bisa current, hanya bisa voltage, butuh analog input expansion module, apakah sudah ada ?

    jika sudah berikut step-stepnya, lakukan dahulu jika ga ngerti baru tanya lagi :

    1. set device configuration, terutama setingan address IW dan current 4-20 mA.
    2. buat program scaling/regresi linear, dengan sumbu X adalah nilai mentah dari analog input PLC IW, dengan range (0-27648) serta Y adalah nilai hasil yang menunjukkan indikasi flow meter, contoh : 0 – 10 liter/minute

  13. sudah ada expansinya mas apa boleh minta contoh program scallingnya?? bisa dikirim ke email ga mas?? makasih banget saya masih bingung soalnya

  14. bingungnya dimana mbak ?
    rumus regresi linear =>
    y-y1/y2-y1 = x-x1/x2-x1
    y =[ ( (x-x1)/(x2-x1) ) * (y2 – y1) ] + y1

    dimana ;
    y = output hasil scaling
    y1 = 0 liter/min (contoh)
    y2 = 10 liter/min (contoh)
    x = IW…(dari analog input address)
    x1 = 0
    x2 = 27648

  15. sama aja mbak, bisa pake fungsi Norm-X dan Scale-X
    keduanya adalah fungsi yang uda jadi (bawaan TIA Portal)
    kalo yang saya buat sendiri fungsinya

    cek email mbak saya print screen contoh penggunaan Norm-X dan Scale-X

  16. nila vera mahardita

    mas ada referensi cara progrm buat level tangki dengan sensor analog menggunakan s7 300 dan tia portal? mohon pencerahannya ya mas buat tugas akhir saya, maklum masih baru pake hehehe

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *