S71200 dan SIRIUS Soft Starter

Project, S7-1200 Add comments

Soft starter merupakan switching device yang merupakan pilihan alternatif selain metode start-delta dan frekuensi konverter dalam pengontrolan starting motor.

Dan ada beberapa metode pengontrolan juga untuk soft starter. Diantaranya adalah penggunaaan PLC sebagai pengotrolan soft starter ini. SIEMENS sendiri memiliki beberapa type soft starter seperti type 3RW44***. Dalam artikel ini Protocol yang digunakan untuk komunikasi dua alat control ini menggunakan profibus, kelebihannya jika dibanding dengan hard wire tentunya kita dapat memonitor dan mengontrol beberapa data yang terdapat pada soft starter menggunakan PLC yang tentunya tidak dapat dilakukan secara keseluruhan jika menggunakan hard wire.
Berikut adalah requirement dalam artikel ini :

HARDWARE :
+ PLC S71200
+ CM 1243-5 ( S71200 Profibus module – Master )
+ SIRIUS SOFT STARTER ( 3RW4447-6BC34 )
+ SOFT STARTER Profibus Module ( 3RW4900-0KC00 ) **
Note :
** Hanya bisa digunakan untuk Soft starter 3RW44 untuk product version ? E06

SOFTWARE :
+ TIA Portal V11 SP 2
+ GSD file Sirius soft starter

Konfigurasi soft starter dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti menggunakan software starter atau melalui local display soft starter. Berikut adalah konfigurasi yang diperlukan untuk mengaktifkan komunikasi profibus pada soft starter.
– Aktivasi Profibus DP
– Setting station address profibus soft starter.
– Menu parameterisasi disable CPU/Master ( jika “OFF”, setting parameter soft starter di setting menggunakan GSD file soft starter di Tia Portal. Jika “ON” parameter di setting melalui soft starter atau local display soft starter ).
– Save konfigurasi di soft starter.

Device configuration di TIA PORTAL dapat dilakukan sebagai berikut :

CM1243-5 berperan sebagai master dan soft starter sebagai slave. Dan pastikan address profibus soft starter di TIA sama dengan setting address profibus di soft starter.

Module slot 1 GSD soft starter di isi dengan module yang sesuai dengan serial number soft starter. ( I ) Input address dan ( Q ) Output address yang terdapat pada module slot 1 masing – masing mempunyai panjang data sebanyak dua byte yang merupakan process image soft starter, address tersebut merupakan command dan input status soft starter, default address tersebut mengacu pada pengalamatan berikut :

Secara umum, command dari PLC ke soft starter dan inputan status dari soft starter ke PLC sudah dapat di tangani oleh metode ini. Namum tentunya kita tidak memaksimalkan penggunaan profibus sebagai komunikasi kedua alat control tersebut. Soft starter mempunyai Data set yang dapat dimanfaatkan untuk memonitor semua variable yang terdapat pada soft starter atau mengontrol soft starter tersebut. Diantaranya kita dapat memonitor arus motor, tegangan, frekuensi, temperature dan termasuk alarm-alarm yang terdapat pada soft starter. Dalam pemograman pada PLC contohnya kita dapat menggunakan instruksi “RDREC” sebagai request read data, “WRREC” sebagai perintah write data atau “DPNRM_DG” sebagai diagnose status slave DP.

Berikut adalah bahasannya :
Kita akan mencoba untuk membaca data set 94, yang mana setiap addressnya merupakan variable-variable yang berisikan nilai-nilai terukur di soft starter. Berikut adalah table nya :

Berikut adalah contoh penggunaan instruksi RDREC pada pemograman TIA.

Parameter REQ merupakan bit trigger dari instruksi ini mulai untuk di eksekusi sehingga dapat diisi dengan bit first scan. Parameter ID berisikan konstanta dengan nilai dalam bilangan hexa 116 atau decimalnya 278 adalah hardware identifier dari module profibus soft starter, untuk mengetahui hardware identifier ini bisa melalui system constants seperti gambar berikut :

Parameter INDEX dapat di isi dengan inisial data set, dalam hal ini karena kita akan membaca data set 94 maka kita dapat mengisinya dengan nilai 94. Parameter MLEN adalah panjang dari data record yang akan kita baca, jika di lihat dari table data set 94, ada 64 byte total data yang terdapat di sana, dalam hal ini akan di coba untuk membaca ke-64 byte data tersebut. Parameter RECORD adalah address tujuan dimana data set 94 dari soft starter akan di transfer, dalam contoh ini akan di coba untuk di transfer ( pengalamantan dalam format pointer ) ke DB 3 dimulai dari DBX 0.0 sepanjang 64 byte.

Setelah berhasil di transfer ke alamat yang di inginkan, kita sudah dapat membaca nilai-nilai yang terdapat pada soft starter menggunakan data set 94, untuk lebih lanjut berikut adalah contoh untuk menampilkan arus terukur motor pada soft starter melalui data set 94 :

Seperti yang kita ketahui berdasarkan gambar diatas, arus motor L1 dalam Amp menempati byte ke 28 hingga ke 31. arus motor L2 menempati byte ke 32 hingga ke 35 dan arus motor L3 menempati byte ke 36 hingga ke 39.

Di karenakan offset address di di DB 3 adalah 0.0 maka tidak ada perubahan saat transfer value menggunakan instruksi MOVE. Setelah itu nilai ini harus di kalikan dengan nilai increment berdasarkan table diatas.

untuk selanjutnya tentunya programmer dapat mengembangkan program ini dengan selera program masing-masing.

*ditulis oleh Ravindra – lihat profil di sini

Copyright © 2008 toekangscada.com, Powered by Wordpress, WP Theme redesign from Glossyblue
Entries RSS Comments RSS Log in