<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>toekang plc</title>
	<atom:link href="http://toekangplc.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://toekangplc.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 23:48:37 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Update ??</title>
		<link>http://toekangplc.com/2009/12/13/update/</link>
		<comments>http://toekangplc.com/2009/12/13/update/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 23:48:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fathoni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://toekangplc.com/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[Setelah hampir 9 bulan gak pernah update lagi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;
Alhamdulillah, perjalanan yang panjang mengantarkan saya merantau sampai ke seberang pulau. Hal itu juga menjadi konsekuensi dengan jarangnya bersentuhan dengan internet yang super cepat  maklum wirelessnya saat ini hanya pada sampai tingkat GPRS. Alhasil web ini jarang di update serta ditambah pula sifat kelembaman saat ini yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah hampir 9 bulan gak pernah update lagi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
<span id="more-323"></span>Alhamdulillah, perjalanan yang panjang mengantarkan saya merantau sampai ke seberang pulau. Hal itu juga menjadi konsekuensi dengan jarangnya bersentuhan dengan internet yang super cepat <img src='http://toekangplc.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> maklum wirelessnya saat ini hanya pada sampai tingkat GPRS. Alhasil web ini jarang di update serta ditambah pula sifat kelembaman saat ini yang begitu besar untuk sekedar pergi ke warnet yang jaraknya belasan km.</p>
<p>Pada akhirnya saya mendapatkan koneksi yang lumayan cepat untuk bisa seterusnya mengupdate blog ini dan berdasarkan juga pengalaman kerja sehari hari di tempat kerja saya yang baru. Sehingga sampai pada satu kata bahwa apa yang ditulis disini hanyalah sebagai pembelajaran bagi diri saya sendiri, karena seperti kata orang bijak bahwa &#8220;penulis adalah tidak tahu diri jika menganggap dirinya lebih tahu dari pembaca&#8221; .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://toekangplc.com/2009/12/13/update/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Struktur Pemrograman PLC</title>
		<link>http://toekangplc.com/2009/03/19/struktur-pemrograman-plc/</link>
		<comments>http://toekangplc.com/2009/03/19/struktur-pemrograman-plc/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 10:19:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fathoni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://toekangplc.com/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[Sedikit cerita tentang struktur dari pemrograman PLC yang kalo menurut saya sangat baik.
Setiap orang atau programmer PLC pasti mempunyai cara untuk memprogram PLC yang menurut dia yang paling baik dan enak. Dalam arti kata mudah dalam proses edit, terstruktur, enak dilihat, dan sebisa mungkin memperkecil tingkat kesalahan. Apa yang akan saya ceritakan sedikit kali ini sebenarnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sedikit cerita tentang struktur dari pemrograman PLC yang kalo menurut saya sangat baik.<br />
<span id="more-322"></span>Setiap orang atau programmer PLC pasti mempunyai cara untuk memprogram PLC yang menurut dia yang paling baik dan enak. Dalam arti kata mudah dalam proses edit, terstruktur, enak dilihat, dan sebisa mungkin memperkecil tingkat kesalahan. Apa yang akan saya ceritakan sedikit kali ini sebenarnya merupakan pengalaman saya dalam mengerjakan beberapa project automation system. Sebagian besar project yang saya kerjakan juga lebih banyak ke &#8220;plant process&#8221; dan menggunakan banyak sekali input dan output baik itu analog maupun digital ( &gt; 500 IO).</p>
<p>Biasanya dalam memprogram PLC suatu plant automation, saya bagi kedalam 4 level :</p>
<p><strong>1. Master Sequence Level<br />
</strong>Level yang paling tertinggi dan merupakan supervisory untuk memanggil semua level dibawahnya, merupakan bagian utama dari proses yang akan dibuat dalam plant tersebut. Master sequence juga merupakan interface bagi operator untuk mengoperasikan plantnya, dari sini bisa terlihat status apa yang sedang terjadi di sequence tersebut, apakah lagi &#8220;run&#8221;, &#8221;stopped&#8221;, &#8220;stopping&#8221;, &#8220;hold&#8221;, &#8220;aborting&#8221;, dsb. Selain itu juga merupakan tempat dimana parameter yang berhubungan dengan proses diletakkan.</p>
<p><strong>2. Unit Level<br />
</strong>Level dimana logika pemrogramannya diletakkan, baik itu merupakan delay time dari proses, aktivasi dari equipment yang digunakan, interlock list untuk equipment, kontrol PID, serta enable/disable dari proses. Suatu master sequence harus memiliki minimal 1 atau lebih unit. Pembagian unit disini tergantung si programmer sendiri, apakah memilah milah unit sampai sekecil atau sedetail mungkin, ataukah lebih menyederhanakan unit pada satu proses, hanya saja disini dituntut konsistensi dari si programmer dalam memilah milah unit.</p>
<p><strong>3. Equipment Level<br />
</strong>Merupakan objek objek dari equipment yang ada. Misalnya seperti : Valve, Motor, Analog Input, Control Valve, Digital Input, dsb. Setiap equipment tersebut memiliki cara kerja atau fungsi yang tersendiri yang kita jabarkan dalam suatu bahasa pemrograman. Objek objek disini juga harus menyediakan interface dengan unit level yang mengaktifkan equipment level tersebut.</p>
<p><strong>4. Field Level<br />
</strong>Pada level ini adanya proses &#8220;map&#8221; dari equipment level ke field level atau address dari input dan output yang terhubung ke modul input output PLC. Secara pemrograman 3 level diatas semuanya beroperasi dengan memory internal (dalam S7 biasanya saya menggunakan data block). Hal itu memudahkan apabila adanya perubahan pada wiring, sehingga cukup merubah di level ini tanpa mengutak atik di level level sebelumnya atau bahkan sampai merubah tag SCADA/HMI.</p>
<p>&#8220;Penulis Adalah Tidak Tahu Diri Jika Menganggap Dirinya Lebih Tahu Dari Pembaca&#8221; <img src='http://toekangplc.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://toekangplc.com/2009/03/19/struktur-pemrograman-plc/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Simatic HiGraph</title>
		<link>http://toekangplc.com/2009/02/20/simatic-higraph/</link>
		<comments>http://toekangplc.com/2009/02/20/simatic-higraph/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 12:06:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fathoni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[HiGraph]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://toekangplc.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu jenis bahasa pemrograman di S7 yang mungkin kalo menurut saya enak banget 
Sesuai dengan standar IEC 61131 kita kenal 4 bahasa pemrograman yang standar yaitu Instruction List (IL), Structured Text (ST), Ladder Diagram (LAD), Function Block Diagram (FBD). Selain dari bahasa - bahasa tersebut Step7 juga memiliki bahasa - bahasa pemrograman tingkat tinggi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu jenis bahasa pemrograman di S7 yang mungkin kalo menurut saya enak banget <img src='http://toekangplc.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<span id="more-287"></span>Sesuai dengan standar IEC 61131 kita kenal 4 bahasa pemrograman yang standar yaitu Instruction List (IL), Structured Text (ST), Ladder Diagram (LAD), Function Block Diagram (FBD). Selain dari bahasa - bahasa tersebut Step7 juga memiliki bahasa - bahasa pemrograman tingkat tinggi lain seperti SCL, Graph, HiGraph, CFC, dan SFC sesuai dengan tipe atau jenis kasus yang pemrogramannya akan kita buat. Secara garis besar saya mengelompokkan ada dua tipe kasus yaitu kasus dengan pemrograman interlocking dan sequencial (event-state).<br />
Yang akan saya bahas kali ini yaitu tentang HiGraph, karna saya banyak menemukan kelebihan di bahasa ini. Untuk menggunakan HiGraph ini kita memerlukan installer tambahan, dimana untuk contoh kali ini saya menggunakan Simatic HiGraph v5.3 .</p>
<p>Misalnya saya mempunyai sistem sederhana seperti dibawah ini :</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/110.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-309" title="110" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/110.bmp" alt="" /></a><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/1.bmp"><br />
</a>Dengan cara kerja sistem sebagai berikut :<br />
- Step 0 (initial) : semua equipment stop<br />
- Transisi Step 0 - Step 1 : tombol &#8220;Start&#8221;<br />
- Step 1 (Heating) : mengaktifkan Valve AV58 dan Motor M51<br />
- Transisi Step 1 - Step 2 : temperature VS50 (TT58 &gt;= 50°C)<br />
- Step 2 (Transfer) : mengaktifkan Valve AV908 dan Motor M61 serta menon-aktifkan AV58 dan M51<br />
- Transisi Step 2 - Step 3 : VS60 high level<br />
- Step 3 (Stop Motor Transfer) : menon-aktifkan M61<br />
- Transisi Step 3 - Step 0 : M61 Stop</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><br />
</span>Dibawah ini adalah DB dari objek objek yang bersangkutan<br />
<strong><span style="text-decoration: underline;"><br />
</span></strong><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/2.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-290" title="2" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/2.bmp" alt="" /></a><strong></strong></p>
<p>Kemudian inisialisasi instance template dari HiGraph, yaitu masuk ke S7 Program -&gt; Source -&gt; Klik Kanan -&gt; Insert New Object -&gt; State graph</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/3.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-291" title="3" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/3.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Kemudian kita &#8220;rename&#8221; menjadi &#8220;Hot Water&#8221;</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/4.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-292" title="4" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/4.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Tampilan awal saat State Graph kita buka</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/5.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-293" title="5" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/5.bmp" alt="" /></a></p>
<p>yup, disitu bisa terlihat initial condition dengan permanen instruction (continuous cyclic), langkah selanjutnya yaitu dari cara kerja yang telah kita paparkan tadi jelas terlihat bahwa program yang akan kita buat terdiri dari 4 state, nah kita insert state sebanyak 4 buah seperti contoh di bawah ini</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/6.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-294" title="6" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/6.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/7.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-295" title="7" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/7.bmp" alt="" /></a><br />
nah kelebihan dari HiGraph yaitu posisi state serta permanen instruction bisa kita pindah pindah posisinya semau kita, fleksibel sekali khan?? <img src='http://toekangplc.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Kemudian kita menambahkan transisi ke graph tersebut</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/8.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-296" title="8" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/8.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/9.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-297" title="9" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/9.bmp" alt="" /></a><br />
Kemudian dari transisi tersebut kita buat instruction untuk conditionnya, dalam hal ini menggunakan bahasa STL untuk instructionnya <img src='http://toekangplc.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Caranya yaitu klik dua kali di transisi kemudian insert di conditions</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/10.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-298" title="10" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/10.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Kita lihat di cara kerja sistem yang telah kita buat, disitu transisinya yaitu tombol start, maka logikanya yaitu A &#8220;Start&#8221;  (dimana A artinya yaitu logika AND di STL, serta Start adalah simbol dari address memory yang telah kita buat)</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/11.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-299" title="11" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/11.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Kemudian setelah itu mengisi action di state sesuai dengan cara kerja yang telah kita deskripsikan</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/12.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-300" title="12" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/12.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Kita isinya di Cyclic Actions sehingga logika tersebut selalu dieksekusi, jika hanya ingin sekali di eksekusi bisa kita letakkan di Entry Actions</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/13.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-301" title="13" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/13.bmp" alt="" /><br />
</a><br />
Untuk hal yang sama dang sesuai dengan cara kerja yang telah kita buat, begitu juga dengan state dan transisi transisi selanjutnya, sehingga menjadi seperti di bawah ini</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/14.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-302" title="14" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/14.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Setelah selesai kita membuat graph statenya, langkah selanjutnya yaitu membuat graph group, jadi kita balik lagi ke S7 Program -&gt; Source -&gt; Klik Kanan -&gt; Insert New Object -&gt; Graph Group</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/15.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-303" title="15" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/15.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Kemudian kita masukkan instance (graph state) yang telah kita buat sebelumnya</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/16.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-304" title="16" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/16.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/17.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-305" title="17" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/17.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Kemudian Graph group tersebut kita compile sehingga menjadi sebuah FC dan DB, tapi sebelum di compile ada hal hal yang harus di set terlebih dahulu</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/18.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-306" title="18" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/18.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/19.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-307" title="19" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/19.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/20.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-308" title="20" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/20.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Save and Compile<br />
<a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/21.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-310" title="21" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/21.bmp" alt="" /></a><br />
Tidak ada Error dan Warning<br />
<a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/22.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-311" title="22" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/22.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Kemudian bisa kita lihat otomatis di block terlihat FC1 dan DB 1 hasil compiling</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/23.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-312" title="23" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/23.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Kemudian langkah selanjutnya yaitu mencoba program tersebut, dalam hal ini saya menggunakan PLC Sim serta untuk monitor dan modify variabel menggunakan variabel tabel</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/24.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-313" title="24" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/24.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/25.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-314" title="25" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/25.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Semua variabel yang akan kita modify dan monitor kita letakkan di variabel tabel tersebut</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/26.bmp"><img class="alignnone size-medium wp-image-315" title="26" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/26.bmp" alt="" /><br />
</a></p>
<p>Langkah selanjutnya yaitu memonitor graph group dan graph state yang telah kita buat, tapi terlebih dahulu FC1 (hasil compile) kita panggil dari OB1</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/27.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-316" title="27" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/27.bmp" alt="" /><br />
</a></p>
<p>Nah tanda hijau di state 0 menandakan statenya lagi berada diposisi itu <img src='http://toekangplc.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> serta menunggu nilai &#8220;Start&#8221; untuk pindah ke state 1, misalnya kita simulasikan di variabel tabel</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/28.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-317" title="28" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/28.bmp" alt="" /></a></p>
<p>jika &#8220;start&#8221; kita ubah menjadi &#8220;true&#8221; maka AV58 dan M51 juga bernilai true, karena sekarang posisi statenya sudah di state 1, dan di graph nya akan terlihat seperti ini</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/29.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-318" title="29" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/29.bmp" alt="" /></a></p>
<p>warna &#8220;orange&#8221; menandakan state dan transisi yang sebelumnya dilewati, kemudian jika kita simulasikan lagi untuk ke state berikutnya</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/30.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-319" title="30" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/30.bmp" alt="" /></a></p>
<p>kita simulasikan temperature menjadi 60.0 , disitu terlihat AV58 dan M51 nilainya berubah menjadi false, sedangkan AV908 dan M61 nilainya menjadi true, karna kita sudah berada di state 2 (transfer)</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/31.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-320" title="31" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/02/31.bmp" alt="" /></a></p>
<p>hehehehe untuk simulasi selanjutnya bisa dicoba sendiri <img src='http://toekangplc.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
bahasa pemrograman seperti ini sangat memudahkan sekali apabila diterapkan di suatu proses yang banyak sekali step - stepnya, kita bisa memonitor dimana state kita sekarang hanya dalam satu window, serta semua posisi dari state dan transisi bisa kita pindah sesuai yang kita mau <img src='http://toekangplc.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://toekangplc.com/2009/02/20/simatic-higraph/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Import Tag WinCC - Step7</title>
		<link>http://toekangplc.com/2009/01/31/import-tag-step7-wincc/</link>
		<comments>http://toekangplc.com/2009/01/31/import-tag-step7-wincc/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 08:38:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fathoni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Step 7]]></category>

		<category><![CDATA[WinCC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://toekangplc.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[Menyambung dari postingan sebelumnya tentang Step7 dengan WinCC, nah kali ini saya menjelaskan sedikit yang saya tahu tentang cara import tag WinCC langsung dari program Step 7 yang kita buat.
Software yang saya install selain Step7 dan WinCC yaitu Simatic AS-OS Engineering, yang installernya bisa kita dapatkan saat menginstall WinCC. Untuk contohnya import tag yang saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyambung dari postingan sebelumnya tentang Step7 dengan WinCC, nah kali ini saya menjelaskan sedikit yang saya tahu tentang cara import tag WinCC langsung dari program Step 7 yang kita buat.<br />
<span id="more-274"></span>Software yang saya install selain Step7 dan WinCC yaitu <strong>Simatic AS-OS Engineering</strong>, yang installernya bisa kita dapatkan saat menginstall WinCC. Untuk contohnya import tag yang saya lakukan yaitu import tag memory, cukup untuk memberi gambaran untuk import tag yang laen, misalnya IO Tag atau Data Block.</p>
<p><strong>Langsung aja ya, buka &#8220;Symbols&#8221;</strong><br />
<a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/111.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-276" title="111" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/111.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Kemudian pilih tag yang akan kita set atributnya<br />
<a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/2.bmp"><img class="alignnone size-medium wp-image-277" title="2" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/2.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/31.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-278" title="31" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/31.bmp" alt="" /></a></p>
<p><strong><br />
<span style="text-decoration: underline;">Jenis - Jenis Atribut</span></strong></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/51.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-280" title="51" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/51.bmp" alt="" /><br />
</a></p>
<p><strong>Tag Memory setelah diset</strong><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/51.bmp"><br />
</a><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/41.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-279" title="41" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/41.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Yup, kemudian pilih OS dan Compile</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/61.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-282" title="61" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/61.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/71.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-283" title="71" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/71.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/81.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-284" title="81" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/81.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Selesai !! kemudian saat kita &#8220;Open Object&#8221; di OSnya (WinCC Application) bisa terlihat akan membentuk driver connection baru dan didalamnya otomatis akan membentuk tag yang kita buat di Step7 dan siap dipakai <img src='http://toekangplc.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> semua ini adalah cikal bakal dari Simatic PCS7</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/91.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-285" title="91" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/91.bmp" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://toekangplc.com/2009/01/31/import-tag-step7-wincc/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Step7 - PLCSim - WinCC</title>
		<link>http://toekangplc.com/2009/01/29/step7-plcsim-wincc/</link>
		<comments>http://toekangplc.com/2009/01/29/step7-plcsim-wincc/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 09:53:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fathoni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[PLC Sim]]></category>

		<category><![CDATA[Step 7]]></category>

		<category><![CDATA[WinCC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://toekangplc.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Dari judul artikel ini mungkin bisa langsung tahu apa yang akan dibahas, yaitu tentang Step7 yang akan disimulasikan dengan S7 PLCSim dan dikomunikasikan ke HMI dalam hal ini WinCC.
Dengan cara ini kita bisa mensimulasikan hasil pemrograman kita dengan WinCC tanpa menggunakan PLC secara fisik, adapun dalam contoh kali ini saya menggunakan Step7 Pro SR5 &#38; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari judul artikel ini mungkin bisa langsung tahu apa yang akan dibahas, yaitu tentang Step7 yang akan disimulasikan dengan S7 PLCSim dan dikomunikasikan ke HMI dalam hal ini WinCC.<br />
<span id="more-245"></span>Dengan cara ini kita bisa mensimulasikan hasil pemrograman kita dengan WinCC tanpa menggunakan PLC secara fisik, adapun dalam contoh kali ini saya menggunakan Step7 Pro SR5 &amp; Simatic WinCC v6.0 SP4.</p>
<p><strong>Konfigurasi AS<br />
</strong><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/1.bmp"><img class="alignleft size-full wp-image-246" title="1" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/1.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/2_1.bmp"><img class="alignleft size-medium wp-image-248" title="2_1" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/2_1.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/3.bmp"><img class="alignnone size-medium wp-image-249" title="3" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/3.bmp" alt="" /><br />
</a></p>
<p>Untuk contoh ini menggunakan CPU315-2 DP dengan komunikasi MPI, kemudian dengan contoh program kali ini yaitu program sederhana yang mungkin gak akan ada manfaatnya <img src='http://toekangplc.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> karna titik point kita disini yaitu untuk melihat koneksinya saja sehingga gambarannya nanti akan jelas.</p>
<p><strong>S7 PLCSim<br />
</strong><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/4.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-250" title="4" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/4.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/5.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-251" title="5" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/5.bmp" alt="" /><br />
</a></p>
<p>Pilih project CPU yang akan didownload<br />
<a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/6.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-252" title="6" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/6.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/7.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-253" title="7" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/7.bmp" alt="" /></a></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong>Download S7 Block - S7 PLCSim<br />
</strong><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/8.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-254" title="8" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/8.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Tampilan S7 PLCSim Setelah DiDownload<br />
<a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/9.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-255" title="9" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/9.bmp" alt="" /></a><br />
Sampai step ini, block program sudah kita download ke simulator dalam hal ini S7PLCSim, dan kita bisa melihat monitoring online dari program yang telah kita buat.</p>
<p><strong>Konfigurasi OS (WinCC)</strong></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/10.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-256" title="10" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/10.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/11.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-257" title="11" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/11.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Nah, kemudian &#8220;Open Object&#8221; otomatis akan membuka aplikasi WinCC</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/12.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-258" title="12" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/12.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Driver untuk komunikasi dari WinCC ke berbagai macam controller, bisa lewat OPC atau DDE Channel, karena disini kita menggunakan S7 yang notabene satu species jadi pilih &#8220;Simatic S7 Protocol Suite&#8221;</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/13.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-259" title="13" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/13.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Kemudian pilih &#8220;MPI&#8221; dan ubah &#8220;System Parameter&#8221; menjadi PLCSim (MPI)</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/14.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-260" title="14" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/14.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Setelah merubah &#8220;system parameter&#8221; WinCC akan meminta untuk restart, kemudian setelah WinCC kita buka lagi, kita menambah &#8220;New Driver Connection&#8221;</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/15.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-261" title="15" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/15.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/16.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-262" title="16" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/16.bmp" alt="" /><br />
</a><br />
Kemudian membuat tag yang berhubungan dengan address di PLC, dengan cara klik kanan dan &#8220;New Tag&#8221; di &#8220;Driver Connection&#8221; yang telah kita buat dalam hal ini yaitu AS-S7300</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/17.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-263" title="17" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/17.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/18.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-264" title="18" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/18.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Dengan cara yang sama juga pada address M0.1 (output), sehingga kita telah membuat dua tag</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/19.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-265" title="19" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/19.bmp" alt="" /></a></p>
<p><strong>Visualisasi Dengan Button dan Circle Animation</strong></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/20.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-266" title="20" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/20.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/21.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-267" title="21" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/21.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/22.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-268" title="22" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/22.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/23.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-269" title="23" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/23.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/25.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-271" title="25" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/25.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/26.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-272" title="26" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/26.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/27.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-273" title="27" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2009/01/27.bmp" alt="" /></a></p>
<p>nah selesai, cuma penjelasan singkat saja tentang bagaimana suatu pemrograman disimulasikan tanpa memerlukan perangkat secara fisik, dan untuk PLCSim ini lebih mudah jika dikomunikasikan ke WinCC karena sudah ada drivernya, dengan SCADA yang laen (misalnya InTouch, RSView, Citect) kita harus membuat OPCServer atau DDEServer dari object PLCSim itu sendiri, kalo saya tidak salah Siemens sudah menyediakan objectnya (S7ProSim) dan contohnya pake bahasa VB dan .Net <img src='http://toekangplc.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   belum nyampe ilmu saya kalo masalah ini hehehehe <img src='http://toekangplc.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://toekangplc.com/2009/01/29/step7-plcsim-wincc/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Komunikasi S7 PLC via MPI</title>
		<link>http://toekangplc.com/2008/12/19/komunikasi-s7-plc-via-mpi/</link>
		<comments>http://toekangplc.com/2008/12/19/komunikasi-s7-plc-via-mpi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 04:09:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fathoni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Net Pro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://toekangplc.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Penjelasan sedikit tentang komunikasi antara PLC S7 dengan media MPI
Mungkin selama ini sering kita menggunakan MPI untuk komunikasi antara PLC dengan OP, atau PLC dengan PLC, yang selama ini lebih umum yaitu menggunakan global data dengan mengkonfigurasi sender dan receiver, cuma dengan global data tersebut membutuh kan restart CPU dan apabila kita upload kita akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penjelasan sedikit tentang komunikasi antara PLC S7 dengan media MPI<br />
<span id="more-239"></span>Mungkin selama ini sering kita menggunakan MPI untuk komunikasi antara PLC dengan OP, atau PLC dengan PLC, yang selama ini lebih umum yaitu menggunakan global data dengan mengkonfigurasi sender dan receiver, cuma dengan global data tersebut membutuh kan restart CPU dan apabila kita upload kita akan kehilangan konfigurasinya. Nah, saya biasanya menggunakan logic script programming dengan bantuan system function (SFC) bawaannya S7.</p>
<p>Misalnya ada dua PLC di dua plant yang berbeda, saya sebut saja Plant A dan Plant B :</p>
<p><strong>Konfigurasi MPI Address di PLC Plant A</strong></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/12/12.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-243" title="12" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/12/12.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/12/12.bmp"><strong></strong></a><strong><br />
Konfigurasi MPI Address di PLC Plant B</strong></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/12/32.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-244" title="32" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/12/32.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Nah, SFC yang digunakan yaitu SFC 68 (X_PUT), jadi sistem komunikasinya yaitu dua PLC tersebut sama - sama aktif, dua duanya mengirim data, maksud hal ini yaitu apabila komunikasinya terputus atau error masing masing PLC mengetahui error tersebut.</p>
<p><strong>Library SFC 68 (X_PUT)</strong></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/12/21.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-241" title="21" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/12/21.bmp" alt="" /></a></p>
<p><strong><br />
Scipts di PLC Plant A</strong></p>
<p>Network 1 - Pulse Every 500 ms</p>
<p>AN    &#8220;p500ms&#8221;<br />
L     S5T#500MS<br />
SD    &#8220;T0&#8243;<br />
NOP   0<br />
NOP   0<br />
NOP   0<br />
A     &#8220;T0&#8243;<br />
=     &#8220;p500ms&#8221;</p>
<p>Network 2 - Generate Always On Bit</p>
<p>SET<br />
S     &#8220;Always ON&#8221;</p>
<p>Network 3 - Request To Send Data</p>
<p>A     &#8220;p500ms&#8221;<br />
S     &#8220;Put Req&#8221;</p>
<p>Network 4 - System Function XPut</p>
<p>CALL  &#8220;X_PUT&#8221;<br />
REQ     :=&#8221;Put Req&#8221;<br />
CONT    :=&#8221;Always ON&#8221;<br />
DEST_ID :=W#16#4<br />
VAR_ADDR:=P#DB2.DBX0.0 BYTE 2<br />
SD      :=P#DB1.DBX0.0 BYTE 2<br />
RET_VAL :=#RV<br />
BUSY    :=&#8221;Busy Req&#8221;</p>
<p>Network 5 - Reset Request To Send Data (Error)</p>
<p>L     #RV<br />
L     0<br />
&lt;I<br />
R     &#8220;Put Req&#8221;</p>
<p><strong><br />
Penjelasan dari SFC 68 yaitu :</strong><br />
-  DEST_ID :=W#16#4 (MPI address dari PLC tujuan / Plant B)<br />
- VAR_ADDR:=P#DB2.DBX0.0 BYTE 2 (DB dari PLC tujuan yang akan kita write / Plant B)<br />
- SD      :=P#DB1.DBX0.0 BYTE 2 (Local DB Plant A - lebar datanya harus sama)</p>
<p><strong>Sehingga scripts tersebut disisi Plant B untuk network 4 :</strong><br />
CALL  &#8220;X_PUT&#8221;<br />
REQ     :=&#8221;Put Req&#8221;<br />
CONT    :=&#8221;Always ON&#8221;<br />
DEST_ID :=W#16#2<br />
VAR_ADDR:=P#DB2.DBX0.0 BYTE 2<br />
SD      :=P#DB1.DBX0.0 BYTE 2<br />
RET_VAL :=#RV<br />
BUSY    :=&#8221;Busy Req&#8221;</p>
<p>Yup, penjelasan singkat dari komunikasi antar PLC, untuk pengembangannya sesuai kebutuhan masing-masing, misalnya menggunakan bit error komunikasi untuk ke kondisi &#8220;safe&#8221;, terus akan lebih baik untuk meletakkan di OB interrupt (misal OB35 - 100 ms) sehingga tidak membebani PLC  <img src='http://toekangplc.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://toekangplc.com/2008/12/19/komunikasi-s7-plc-via-mpi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Create S7 Data Block via Excel</title>
		<link>http://toekangplc.com/2008/11/12/create-s7-data-block-s7-via-excel/</link>
		<comments>http://toekangplc.com/2008/11/12/create-s7-data-block-s7-via-excel/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 00:56:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fathoni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Step 7]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://toekangplc.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[Suatu artikel tentang cara membuat data block S7 Simatic Manager melalui excel
Kadang kalo kita membuat atau edit suatu data block, apabila data tersebut sangat banyak maka akan sedikit menyusahkan dibanding jika menggunakan excel, karena dengan excel memudahkan semua process editing misalnya cut, copy atau paste.
Tampilan Template Excel Untuk Create DB

Misalnya saya membuat suatu data block [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu artikel tentang cara membuat data block S7 Simatic Manager melalui excel<br />
<span id="more-189"></span>Kadang kalo kita membuat atau edit suatu data block, apabila data tersebut sangat banyak maka akan sedikit menyusahkan dibanding jika menggunakan excel, karena dengan excel memudahkan semua process editing misalnya cut, copy atau paste.</p>
<p>Tampilan Template Excel Untuk Create DB<strong></strong></p>
<p><strong></strong><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/11/1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-194" title="1" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/11/1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Misalnya saya membuat suatu data block (DB1) dengan member Data1 (BOOL), Data2 (INT), Data3 (REAL)</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/11/2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-195" title="2" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/11/2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Tinggal di compile DB dan tujuan S7 Program yang akan kita buat</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/11/3.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-196" title="3" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/11/3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/11/4.bmp"><img class="alignnone size-full wp-image-191" title="4" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/11/4.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Nah, tinggal di lihat deh di Simatic Managernya</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/11/51.bmp"><img class="alignnone size-medium wp-image-198" title="51" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/11/51.bmp" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/11/61.bmp"><img class="alignnone size-medium wp-image-199" title="61" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/11/61.bmp" alt="" /></a><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/11/51.bmp"></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/11/72.bmp"><img class="alignnone size-medium wp-image-200" title="72" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/11/72.bmp" alt="" /></a></p>
<p>Yup, segitu aja&#8230;.hehehe artikel ini cuma memudahkan si programmer untuk membuat suatu data block dengan size yang sangat besar, serta memudahkan juga untuk backup data block tersebut dalam bentuk file (dalam hal ini excel).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://toekangplc.com/2008/11/12/create-s7-data-block-s7-via-excel/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Fungsi Sederhana ??</title>
		<link>http://toekangplc.com/2008/08/14/fungsi-sederhana/</link>
		<comments>http://toekangplc.com/2008/08/14/fungsi-sederhana/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 07:15:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fathoni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Step 7]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://automation.web.id/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Kasus sederhana dan diselesaikan dengan cara yang tidak lazim
Suatu saat saya bertemu dengan kasus sederhana seperti ini : 
- Satu inputan (befungsi seperti push button) digunakan untuk mengaktifkan satu output
- Saat input di-on kan untuk yang pertama kali, maka output akan on
- Saat input di-on kan untuk yang kedua kali, maka output akan off
- Saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kasus sederhana dan diselesaikan dengan cara yang tidak lazim<br />
<span id="more-180"></span><strong>Suatu saat saya bertemu dengan kasus sederhana seperti ini : </strong></p>
<p>- Satu inputan (befungsi seperti push button) digunakan untuk mengaktifkan satu output<br />
- Saat input di-on kan untuk yang pertama kali, maka output akan on<br />
- Saat input di-on kan untuk yang kedua kali, maka output akan off<br />
- Saat input di-on kan untuk yang ketiga kali, maka output akan on lagi<br />
- Begitu seterusnya gantian &#8230;&#8230;</p>
<p><strong>Untuk menyelesaikannya, saya membuat logika seperti ini :</strong></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/08/11.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-181" title="11" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/08/11.jpg" alt="" width="500" height="505" /></a><br />
Input melakukan pengecekan pada status output, apakah status outputnya on atau off, jika statusnya on maka output akan di reset, tentunya dengan bantuan fungsi positif edge untuk mengambil status input sekali scan time. Di suatu kesempatan lain, saya melihat program dari SI laen dengan studi kasus yang sama, dan menurut saya logika yang dia ambil bener-bener bagus dan sama sekali diluar pemikiran saya.</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/08/31.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-183" title="31" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/08/31.jpg" alt="" width="416" height="135" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/08/21.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-182" title="21" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/08/21.jpg" alt="" width="449" height="373" /></a></p>
<p>Si programmer membuat satu function &#8220;Toggle&#8221; dan didalam function tersebut hanya berisi satu rung invert dengan satu In/Out variabel.</p>
<p><strong>Kemudian function tersebut dipanggil dengan cara seperti ini </strong></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/08/41.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-184" title="41" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/08/41.jpg" alt="" width="398" height="246" /><br />
</a></p>
<p>Saat input tersebut on 1 scan time, maka FC Toggle tersebut akan dieksekusi (enable), sehingga variabel bit akan &#8220;on&#8221; dan dihubungkan ke output. Nah di scan time yang kedua input ke posisi &#8220;off&#8221; sehingga FC Toggle tidak akan dieksekusi, sehingga nilai output tetap disimpan ke nilai akhir (yaitu on). Kemudian saat input on yang kedua kali, FC Toggle tersebut akan dieksekusi (enable), dan bit nilai terakhir (yaitu on) akan di invert menjadi nilai &#8220;off&#8221; dan begitu seterusnya  <img src='http://toekangplc.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>huff&#8230;.. suatu pemikiran yang sederhana tapi keren karena memanfaatkan scan time (enable eksekusi dari function), yah memang di atas langit masi ada langit lain, ilmu otomasi begitu luas dan membuat kita gak akan pernah puas <img src='http://toekangplc.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://toekangplc.com/2008/08/14/fungsi-sederhana/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Soft PLC Siemens S7</title>
		<link>http://toekangplc.com/2008/07/28/soft-plc-siemens-s7/</link>
		<comments>http://toekangplc.com/2008/07/28/soft-plc-siemens-s7/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 08:25:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fathoni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[PLC Sim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://automation.web.id/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Software yang saya tunggu - tunggu selama ini&#8230;..
Seminggu yang lalu, senior project engineer dari perusahaan saya di beda negara datang ke indo, dan tanpa disangka bawa oleh-oleh yang keren banget. Soft PLC untuk PLC Siemens S7, yang keren yaitu kita bisa download ke soft PLC tersebut, dan yang lebih gila lagi tuh software bisa koneksi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Software yang saya tunggu - tunggu selama ini&#8230;..<br />
<span id="more-168"></span>Seminggu yang lalu, senior project engineer dari perusahaan saya di beda negara datang ke indo, dan tanpa disangka bawa oleh-oleh yang keren banget. Soft PLC untuk PLC Siemens S7, yang keren yaitu kita bisa download ke soft PLC tersebut, dan yang lebih gila lagi tuh software bisa koneksi ke InTouch, dan semuanya tanpa PLC secara fisik&#8230;huff&#8230;edaaann</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/07/1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-169" title="1" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/07/1.jpg" alt="" width="429" height="320" /></a></p>
<p><strong>Download to Soft PLC</strong></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/07/2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-170" title="2" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/07/2.jpg" alt="" width="436" height="271" /></a></p>
<p><strong>Overview Soft PLC</strong></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/07/3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-171" title="3" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/07/3.jpg" alt="" width="499" height="532" /></a><br />
<strong><br />
Online Program </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://toekangplc.com/2008/07/28/soft-plc-siemens-s7/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Programming PLC Yang Tidak Efektif</title>
		<link>http://toekangplc.com/2008/06/10/programming-plc-yang-tidak-efektif/</link>
		<comments>http://toekangplc.com/2008/06/10/programming-plc-yang-tidak-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 00:40:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fathoni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Step 7]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://automation.web.id/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[Contoh program PLC yang akan dibahas kali ini saya temui di perusahaan saya sebelumnya
Posisi saya saat itu adalah PLC Engineer (maintenance dan project), sehingga sering ketemu dengan program-program PLC S7 yang saat itu System Integratornya yaitu salah satu SI terbesar di Indonesia mungkin juga di dunia. Tapi setelah dilihat-lihat program blocknya, banyak sekali pengulangan - [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Contoh program PLC yang akan dibahas kali ini saya temui di perusahaan saya sebelumnya<br />
<span id="more-150"></span>Posisi saya saat itu adalah PLC Engineer (maintenance dan project), sehingga sering ketemu dengan program-program PLC S7 yang saat itu System Integratornya yaitu salah satu SI terbesar di Indonesia mungkin juga di dunia. Tapi setelah dilihat-lihat program blocknya, banyak sekali pengulangan - pengulangan script program yang tidak perlu.</p>
<p>Contoh yang akan saya bahas yaitu untuk Function Motor :</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/12.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-151" title="12" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/12.jpg" alt="" width="469" height="569" /></a></p>
<p>Nah si programmer buat suatu function Motor DOL (Direct OnLine), dan dipanggil dari function lain :</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/22.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-152" title="22" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/22.jpg" alt="" width="500" height="604" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/32.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-153" title="32" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/32.jpg" alt="" width="486" height="608" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/4.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-154" title="4" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/4.jpg" alt="" width="493" height="603" /><br />
</a><br />
Dari sana bisa kita lihat, bahwa Function Motor DOL tersebut digunakan untuk mendefinisikan 3 Motor yaitu</p>
<p>Lubrication Pump All Gearing  (P 013.1)<br />
Lubrication Pump Godet Left   (P 013.2)<br />
Lubrication Pump Godet Right (P 013.3)</p>
<p>Bagaimana jika motornya ada 1000 ?? si programmer tersebut harus menginitialisasikan function untuk masing-masing motor sebanyak 1000 kali&#8230;..hufff <img src='http://toekangplc.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> kalo rajin sich gak apa apa <img src='http://toekangplc.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Nah, disini saya coba membuat suatu program untuk mengatasi masalah perulangan seperti itu.</p>
<p><strong>1. Tipe Data Motor DOL</strong></p>
<p>Tujuannya untuk lebih mudah mengelompokkan object motor sehingga program kita juga jadi lebih terstruktur.</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/5.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-155" title="5" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/5.jpg" alt="" width="382" height="281" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/6.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-156" title="6" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/6.jpg" alt="" width="482" height="574" /></a></p>
<p><strong>2. Data Block Motor DOL</strong></p>
<p>3 buah Motor diatas kita kelompokkan dalam satu Data Block khusus Motor DOL.</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/7.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-157" title="7" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/7.jpg" alt="" width="477" height="156" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/8.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-158" title="8" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/8-300x66.jpg" alt="" width="300" height="66" /></a></p>
<p><strong>3. Function Untuk Semua Motor DOL</strong></p>
<p>Yup, inti dari bahasan ini yaitu di cara pemanggilan program untuk masing-masing motor, disini saya kasi contoh disatu function berbeda :</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/9.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-159" title="9" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/9.jpg" alt="" width="369" height="118" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/10.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-160" title="10" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/10-300x217.jpg" alt="" width="300" height="217" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/111.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-163" title="111" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/111-299x128.jpg" alt="" width="299" height="128" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/121.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-166" title="121" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/121-300x236.jpg" alt="" width="300" height="236" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/13.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-164" title="13" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/13-300x175.jpg" alt="" width="300" height="175" /></a></p>
<p>Dalam program ini saya menggunakan temporary variabel (<em>cnt</em> dan <em>offs</em>), dimana <em>cnt </em>berfungsi sebagai counter hitungan scan ke berapa yang sedang dilakukan, sedangkan <em>offs</em> sebagai offset untuk instruksi selanjutnya, yaitu menggunakan function Copy DB yang telah saya bahas di postingan sebelumnya.</p>
<p>Intinya dari program network 1 sampai ke network 3 adalah mengopy semua data object dari tiap-tiap motor (sesuai counter) ke dummy/indirect object dalam hal ini yaitu zMDOL. Kemudian pada network 4, saya memanggil function Motor DOL dan object yang melekat didalamnya adalah dummy/indirect object (zMDOL).</p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/14.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-165" title="14" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/14-300x262.jpg" alt="" width="300" height="262" /></a></p>
<p><a href="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/15.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-162" title="15" src="http://toekangplc.com/wp-content/uploads/2008/06/15-300x152.jpg" alt="" width="300" height="152" /></a></p>
<p>Network 5 yaitu membalikkan nilai object zMDOL yang telah diproses di function motor DOL ke objectnya masing - masing sesuai dengan posisi counter. Kemudian di network 6 yaitu pengkondisian nilai dari counter, terus darimana nilai 3 ??? karna untuk kasus ini object motornya adalah 3, jika object yang di scan belum sama dengan 3 maka akan terus di loop ke label &#8220;loop&#8221; (network 2) sebelum pindah ke scan program selanjutnya. Yup, selesai dech !! semoga dengan program ini akan lebih membuat program kita menjadi lebih sederhana dan hanya membutuhkan work memory yang lebih kecil dibanding sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://toekangplc.com/2008/06/10/programming-plc-yang-tidak-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
